Makassar — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi mencukupi dengan harga yang tetap stabil menjelang hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi ini menjadikan Lebaran 2026 sebagai momentum yang membawa manfaat bagi seluruh pihak, baik petani, pedagang, maupun masyarakat sebagai konsumen.
Berdasarkan hasil pemantauan di berbagai pasar tradisional dan modern, harga kebutuhan pokok relatif stabil dengan ketersediaan barang yang mencukupi.
Menurut Mentan Amran, keberhasilan menjaga stabilitas tersebut merupakan hasil sinergi berbagai upaya, mulai dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, hingga pengendalian harga di pasar.
Ia menekankan bahwa tujuan utama pemerintah adalah menciptakan kondisi yang menguntungkan semua pihak dalam rantai pangan. Petani memperoleh harga yang baik, pedagang memiliki pasokan untuk dijual, dan masyarakat dapat membeli dengan harga terjangkau.
Pada komoditas beras, kondisi stok nasional dinilai sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah di gudang Perum BULOG tercatat sekitar 4,09 juta ton. Selain itu, stok beras di masyarakat diperkirakan mencapai 11–12 juta ton, dengan tambahan potensi panen sekitar 12 juta ton dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton, yang setara dengan ketahanan pangan hingga kurang lebih 11 bulan ke depan.
Produksi beras juga menunjukkan tren peningkatan, terutama seiring berlangsungnya panen raya pada Februari hingga April 2026 di berbagai daerah. Peningkatan produksi ini tidak hanya memperkuat stok nasional, tetapi juga menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi bulanan yang berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton, posisi beras nasional saat ini berada dalam kondisi surplus.
Selain beras, sejumlah komoditas strategis lainnya juga tercatat mengalami surplus berdasarkan neraca pangan hingga April 2026. Ketersediaan beras mencapai 27,5 juta ton dengan surplus sekitar 17,2 juta ton. Cabai rawit mencatat surplus sekitar 105 ribu ton, daging ayam sekitar 727 ribu ton, serta bawang merah sekitar 57 ribu ton.
Kondisi surplus juga terlihat pada komoditas cabai nasional, baik cabai rawit merah maupun cabai besar, yang berdampak pada stabilisasi bahkan penurunan harga di pasar.
Mentan Amran menegaskan bahwa stabilitas harga sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara produksi dan distribusi. Jika produksi mencukupi dan distribusi berjalan lancar, maka harga akan tetap terkendali.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga agar tidak merugikan salah satu pihak. Harga yang terlalu tinggi dapat membebani masyarakat, sementara harga yang terlalu rendah dapat merugikan petani.
Pengawasan harga terus dilakukan secara terpadu lintas sektor untuk mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga, terutama pada periode Ramadan dan Idulfitri.
Dengan kondisi stok yang kuat dan harga yang stabil, pemerintah memastikan bahwa Idulfitri tahun ini dapat dirayakan dengan tenang oleh seluruh masyarakat.
Mentan Amran menutup pernyataannya dengan menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama, di mana produksi berjalan baik, distribusi lancar, dan masyarakat dapat menikmati pangan dengan harga yang terjangkau. Lebaran 2026 pun menjadi momentum kebahagiaan bagi seluruh pelaku dalam rantai pangan nasional.
