Maros, 9 Agustus 2025 — Balai Besar Veteriner Maros (BBV Maros) menerima kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Sesditjen PKH) Kementerian Pertanian RI, Nuryani Zainuddin, pada Sabtu (9/8). Kunjungan ini bertujuan meninjau progres pembangunan prasarana dan sarana BBV Maros yang dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Pada tahun 2025, BBV Maros mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas layanan melalui pembangunan berbagai prasarana dan sarana, meliputi gedung laboratorium dan biosecurity center, gedung teaching center, kandang hewan coba, kandang observasi dan instalasi hewan percobaan, kandang kambing dan domba, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta embung.
Kepala BBV Maros, H. Agustia, dalam paparannya menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal.
“Kontrak pembangunan gedung telah dilaksanakan pada 3 Juli 2025, dan hingga minggu ke-5, progres pembangunan masih on track sesuai rencana,” ungkap H. Agustia.

Sesditjen PKH, Nuryani Zainuddin, mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai. Ia berharap pembangunan dapat selesai lebih cepat sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat pada tahun mendatang.
“Kepada pelaksana, mohon dibantu agar pembangunan dapat berjalan sesuai perencanaan. Mari seluruh pihak, owner (BBV Maros), konsultan, pelaksana, dan pengawas, saling bekerja sama dan menjaga komunikasi yang baik agar hasilnya maksimal,” pesan Nuryani.
Selain itu, Nuryani juga menekankan pentingnya strategi percepatan pembangunan dan mitigasi potensi kendala melalui koordinasi yang efektif di lapangan.
Usai pemaparan, kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi proyek untuk melihat progres fisik dan mengenal lebih dekat fasilitas-fasilitas baru yang nantinya akan mendukung peningkatan kualitas layanan BBV Maros dalam pengujian dan pelayanan kesehatan hewan di wilayah kerja.


Dengan peningkatan kapasitas infrastruktur ini, BBV Maros optimistis dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat, khususnya di wilayah kerja Indonesia Timur. Pembangunan berbagai fasilitas baru tersebut tidak hanya bertujuan memperluas kapasitas pengujian dan diagnostik, tetapi juga memperkuat posisi BBV Maros sebagai biosecurity center di kawasan timur Indonesia. Keberadaan biosecurity center ini diharapkan mampu mendorong pelayanan veteriner yang lebih cepat, tepat, akurat, dan berbasis teknologi modern, sehingga dapat mendukung terciptanya situasi kesehatan hewan yang kondusif. Pada akhirnya, upaya ini akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas sektor peternakan, menjaga ketahanan pangan asal hewan, dan memperkuat daya saing produk peternakan nasional di pasar domestik maupun internasional.