Cianjur – Kementerian Pertanian terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi dalam rangka menjawab tantangan penyediaan protein hewani nasional. Salah satu bentuk konkret dukungan tersebut adalah dengan mengawal proses pelepasan galur Sapi GAMA, hasil pemuliaan yang dikembangkan PT Pasir Tengah bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jum’at (25/7/2025).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyambut baik upaya kolaboratif antara PT Pasir Tengah yang merupakan anak perusahaan Widodo Group, dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menghasilkan ternak lokal yang berkualitas. Agung meninjau langsung kandang, proses penggemukan, serta melihat langsung sapi-sapi GAMA dengan klasifikasi umur berbeda.

“Ini adalah bentuk sinergi yang positif. Kami mengapresiasi inovasi pemuliaan yang dilakukan antara sektor usaha dan perguruan tinggi, karena sapi GAMA menunjukkan kualitas genetik unggul, pertumbuhan yang cepat, dan potensi produksi daging yang tinggi,” ujar Agung

Sebelumnya Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang ikut berperan aktif dalam rangkaian uji observasi pelepasan galur murni Sapi GAMA, sapi potong hasil pemuliaan nasional, yang selanjutnya ini menjadi bagian dari proses evaluasi akhir menuju pelepasan resmi galur oleh Kementerian Pertanian.

Ada yang menarik saat berada di Farm Pasir Tengah, seekor anak sapi jantan hasil kelahiran terbaru dari indukan GAMA diberi nama “Agung”. Hal itu sebagai bentuk penghormatan dan simbol komitmen terhadap program pengembangan sapi nasional.

Direktur Utama PT Pasir Tengah, Heri Prasojo, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan. Ia berharap pelepasan galur sapi GAMA dapat diperluas. “Kami berharap proses pelepasan galur dapat segera tuntas, agar pengembangan sapi GAMA dapat diperluas dan berkelanjutan. Dengan ini kami juga berharap dapat segera berkontribusi nyata dalam penyediaan daging sapi nasional,” jelas Heri.

Lebih lanjut, PT Pasir Tengah bersama tujuh perusahaan mitra telah menginisiasi investasi sapi potong sebanyak 140 ekor, sebagai bagian dari komitmen mendukung swasembada daging dan penguatan industri sapi potong nasional.

Sebelumnya, sapi GAMA merupakan hasil persilangan tiga bangsa sapi sekaligus, yaitu Belgian Blue, Wagyu, dan Brahman, yang dikembangkan oleh Fakultas Peternakan UGM. Tujuannya adalah untuk menghasilkan ternak potong yang unggul secara genetik dan adaptif terhadap kondisi lokal.