Gorontalo, 21 Juni 2026 — Semarak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Gorontalo Tahun 2026 semakin terasa memasuki hari kedua pelaksanaan kegiatan. Tidak hanya menghadirkan pameran dan berbagai wahana edukatif, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian juga melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan hewan langsung kepada masyarakat.
Balai Besar Veteriner (BBV) Maros turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut melalui pelayanan kesehatan hewan yang dilaksanakan di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo. Bersama Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, tim gabungan memberikan berbagai layanan kesehatan hewan, antara lain pemeriksaan kesehatan ternak, vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemberian vitamin, serta pemeriksaan gangguan reproduksi.
Selain pelayanan kesehatan hewan, tim juga melakukan dialog bersama peternak untuk mendengar secara langsung berbagai tantangan dan kebutuhan yang dihadapi di lapangan. Kegiatan dialog tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPD RI Provinsi Gorontalo, Hj. Rahmijati Jahja.

Kepala BBV Maros, H. Agustia, menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah pusat melalui kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kesehatan hewan dan mendukung pengembangan peternakan di Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, Provinsi Gorontalo merupakan salah satu dari delapan provinsi wilayah kerja BBV Maros sehingga pemantauan status kesehatan hewan dan pengendalian penyakit hewan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program surveilans dan monitoring yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah.
“BBV Maros terus melakukan surveilans dan monitoring status kesehatan hewan di wilayah Gorontalo melalui berbagai program dan kegiatan yang dikolaborasikan dengan pemerintah daerah. Terkait pengujian, saya melihat cukup banyak sampel dari Gorontalo yang dikirim ke BBV Maros, terutama untuk mendukung lalu lintas ternak. Meskipun pengiriman sampel saat ini sudah relatif mudah, saya berharap kemampuan laboratorium daerah dapat terus ditingkatkan sehingga pengujian dapat dilakukan lebih dekat dan hasilnya diterbitkan lebih cepat,” ujar H. Agustia.
Ia juga menegaskan bahwa BBV Maros akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit hewan secara cepat dan tepat.

Pada kesempatan yang sama, Hj. Rahmijati Jahja mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Ilomangga yang telah membawa ternaknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan hewan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor peternakan di Gorontalo.
“Melalui event PENAS ini, saya berharap peran peternak semakin mendapat perhatian. Para peternak membutuhkan dukungan dari pemerintah agar akses terhadap pelayanan peternakan dan kesehatan hewan semakin mudah dan semakin baik,” ungkap Hj. Rahmijati.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo, Endi Triyanto Manyo’e, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan hewan rutin dilaksanakan oleh jajarannya sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan produktivitas ternak masyarakat.
“Tim kesehatan hewan kami aktif turun ke lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan hewan di wilayah Kabupaten Gorontalo. Namun demikian, kami tetap membutuhkan masukan dari masyarakat agar pelayanan yang kami berikan dapat terus ditingkatkan,” ujar Endi.

Melalui kegiatan pelayanan kesehatan hewan dan dialog bersama peternak, PENAS XVII Gorontalo menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat peternak. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kesehatan hewan, produktivitas ternak, serta pengendalian penyakit hewan yang efektif dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.
