Jakarta — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok daging sapi, ayam, dan telur dalam kondisi aman. Ia juga meminta dilakukan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang menahan pasokan sehingga memicu kenaikan harga di pasar.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul laporan dari Badan Pusat Statistik yang masih mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan.
Mentan Amran menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan, tidak terdapat kendala pasokan dari sisi Kementerian Pertanian. Seluruh rekomendasi pemasukan sapi dan daging telah diterbitkan sejak Desember, sehingga kebutuhan nasional telah terpenuhi dan stok berada dalam kondisi aman.
Ia mengungkapkan bahwa indikasi kenaikan harga justru ditemukan pada tingkat perantara, di mana terjadi dugaan penahanan pasokan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk segera menyalurkan stok ke pasar agar tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar.
Mentan Amran juga menginstruksikan Satuan Tugas Pangan, Direktorat Tindak Pidana Khusus, serta jajaran kepolisian di seluruh Indonesia untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan tegas terhadap praktik penahanan stok maupun permainan harga. Penindakan dapat dilakukan hingga tahap penyegelan apabila terbukti terjadi pelanggaran.
Pemerintah menargetkan seluruh komoditas pangan strategis tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), dengan memastikan distribusi dari hulu ke hilir berjalan lancar serta menutup celah bagi praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha pangan dan eksportir yang dinilai konsisten menjaga produksi serta memperluas pasar. Ia menyinggung capaian ekspor produk unggas nasional yang menunjukkan peningkatan daya saing di pasar internasional.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengusulkan penguatan pengawasan harga, terutama pada periode dengan permintaan tinggi seperti Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Ia menilai transparansi informasi harga di pasar menjadi faktor penting dalam mencegah praktik spekulasi. Salah satu upaya yang diusulkan adalah penyediaan panel informasi harga di setiap pasar yang diperbarui secara berkala, sehingga masyarakat dapat mengetahui harga riil di lapangan.
Selain itu, Ditjen PKH juga telah melakukan konsolidasi sebelum Ramadan untuk memastikan ketersediaan pasokan serta stabilitas harga tetap terjaga. Pemerintah mengajak seluruh pelaku usaha, khususnya di sektor perunggasan, untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi kenaikan yang berlebihan di tingkat konsumen.
