Maros, 8 Mei 2026 — Balai Besar Veteriner (BBV) Maros melakukan koordinasi bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros terkait penanganan kasus gigitan hewan terinfeksi rabies yang terjadi di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BBV Maros, drh. H. Agustia, M.P. menjelaskan kronologi kejadian yang bermula dari laporan adanya gigitan anjing terhadap enam warga pada Rabu, 6 Mei 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk melakukan investigasi.
Saat tiba di lokasi, anjing yang diduga menggigit warga diketahui telah diamankan oleh masyarakat. Tim BBV Maros kemudian mengambil sampel otak anjing untuk dilakukan pengujian laboratorium. Dalam waktu kurang dari 24 jam, hasil pengujian menggunakan metode Seller’s dan Fluorescent Antibody Technique (FAT) menunjukkan bahwa anjing tersebut positif rabies.
H. Agustia menegaskan bahwa rabies merupakan penyakit yang sangat serius karena bersifat mematikan dan dapat menular dengan cepat.
“Rabies ini penyakit mematikan. Satu kasus gigitan saja dari Hewan Penular Rabies (HPR) yang terkonfirmasi positif sudah termasuk kategori kejadian luar biasa. Karena itu penanganannya harus dilakukan dengan cepat, salah satunya melalui vaksinasi minimal 80 persen dari total populasi hewan penular rabies,” ujar H. Agustia.
Kepala UPTD Puskeswan Kabupaten Maros, Alam Jaya, S.P. menyampaikan bahwa populasi anjing di wilayah Kecamatan Camba berjumlah kurang lebih 500 ekor. Dari bantuan vaksin rabies BBV Maros sebanyak 50 dosis, sebanyak 49 dosis telah digunakan untuk vaksinasi hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera di sekitar lokasi kasus.
“Populasi anjing di Kecamatan Camba berjumlah kurang lebih 500 ekor. Dari jumlah 50 dosis yang diberikan, sebanyak 49 dosis telah disuntikkan kepada hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera,” ujar Alam Jaya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BBV Maros menyarankan agar pelaksanaan vaksinasi ditargetkan mencapai minimal 80 persen dari total populasi hewan penular rabies di wilayah tersebut dalam kurun waktu satu minggu guna meminimalisir potensi penularan ke hewan lainnya.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan kasus rabies di Kabupaten Maros, Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan sebanyak 1.000 dosis vaksin rabies untuk Kabupaten Maros. Pada tahap pertama, sebanyak 500 dosis telah disalurkan guna mendukung percepatan vaksinasi hewan penular rabies di wilayah terdampak dan sekitarnya. Vaksin yang digunakan merupakan produk dalam negeri yang diproduksi oleh unit pelaksana teknis Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma).
Selain percepatan vaksinasi, H. Agustia juga menekankan pentingnya menjaga rantai dingin vaksin agar kualitas dan performa vaksin tetap optimal selama pelaksanaan di lapangan. Ia juga mendorong penyusunan strategi vaksinasi yang efektif dan efisien, termasuk koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pemberian vaksin anti rabies (VAR) kepada petugas kesehatan hewan yang bertugas di lapangan sebagai bentuk perlindungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, S.Pi., M.Si. menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kementerian Pertanian terhadap penanganan kasus rabies di Kabupaten Maros.
“Terima kasih atas bantuan vaksin rabies dari Kementerian Pertanian untuk penanganan kasus rabies di Camba. Kami akan berkoordinasi dengan Bupati, Camat, Lurah, Koramil, dan Polsek di Camba agar kegiatan di lapangan berjalan maksimal. Kami juga telah melakukan pendekatan kepada warga untuk turut berpartisipasi memberikan vaksin rabies kepada hewan peliharaannya. Selain itu, kami tengah menyiapkan strategi untuk vaksinasi hewan penular rabies liar,” terang Jamaluddin.
Melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan hewan, tenaga kesehatan manusia, aparat keamanan, dan masyarakat, penanganan kasus rabies di Kecamatan Camba diharapkan dapat berjalan cepat dan efektif sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah sedini mungkin.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, segera melaporkan apabila menemukan hewan dengan gejala mencurigakan, serta memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin sebagai langkah perlindungan bersama terhadap ancaman rabies.
