Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menyambut baik audit yang dilangsungkan oleh Department of Veterinary Services (DVS) Malaysia terhadap unit usaha susu di Indonesia pada 13–30 April 2026. Audit ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mempertegas sistem jaminan mutu sekaligus membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas.
Audit tersebut melibatkan 24 unit usaha yang tersebar di berbagai wilayah, di antaranya Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Banten, dan DKI Jakarta. Proses ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan persyaratan teknis agar produk susu asal Indonesia dapat diterima di pasar Malaysia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainuddin, menegaskan bahwa audit tidak semata-mata dipandang sebagai prosedur administratif, melainkan juga sebagai langkah nyata dalam memperkuat sistem keamanan pangan dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi closing meeting audit pada Rabu (30/4/2026).
“Bagi kami, proses audit ini tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kepatuhan, tetapi juga sebagai bagian dari pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat sistem. Seluruh pelaku usaha telah diminta melakukan perbaikan sesuai temuan, dan saat ini prosesnya masih menunggu hasil sidang komite DVS Malaysia sebagai tahapan lanjutan,” ujar Nuryani.
Ia menambahkan bahwa pendekatan perbaikan yang berkesinambungan merupakan faktor krusial dalam mendongkrak daya saing produk susu Indonesia di pasar global. Melalui proses tersebut, setiap unit usaha diharapkan semakin siap dalam memenuhi standar ekspor yang berlaku.
Sementara itu, perwakilan auditor DVS Malaysia, Syakirah, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan koordinasi yang diberikan oleh otoritas Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah, sepanjang berlangsungnya audit.
“Keterbukaan komunikasi yang terjalin menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran audit, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk merespons setiap temuan secara lebih cepat dan efektif,” ungkapnya.
Kementan menegaskan komitmennya untuk terus mempertegas sistem kesehatan hewan dan jaminan keamanan pangan produk peternakan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang guna memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi produk susu Indonesia di kancah internasional.
