Bone Bolango – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB) bagi Pengawas Mutu Pakan (Wastukan) dan petugas pakan, serta Bimtek Manajemen Formulasi Pakan bagi para peternak di Provinsi Gorontalo, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM), baik bagi petugas pakan, Wastukan, maupun peternak. Melalui peningkatan kompetensi tersebut, para peserta diharapkan mampu menjaga mutu pakan sekaligus memastikan kecukupan kandungan nutrisi sesuai standar yang berlaku.

Pakan berkualitas menjadi fondasi utama dalam menghasilkan produk peternakan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Selain itu, kemampuan menyusun formulasi pakan secara tepat dan efisien turut berperan penting dalam meningkatkan produktivitas usaha sekaligus memperkuat daya saing industri perunggasan.

Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam menyusun formulasi pakan yang tepat, efisien, dan berkualitas, sementara bagi Wastukan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai cara melakukan audit pembuatan pakan yang baik. Hal ini penting mengingat pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan, yakni mencapai sekitar 70 persen dari total biaya produksi.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pertanian terhadap Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Provinsi Gorontalo. Program strategis ini mengintegrasikan seluruh rantai usaha perunggasan, mulai dari penyediaan pakan, budidaya, hingga pengolahan dan pemasaran hasil,” ujar Tri Melasari saat dihubungi terpisah.

Ia berharap peningkatan kapasitas peternak dapat mendorong produktivitas dan kualitas hasil peternakan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

“Selain itu, peningkatan produksi telur ayam diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat sekaligus menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Ramdhan Pade, mengapresiasi Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) atas terselenggaranya bimtek tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kapasitas SDM peternakan sekaligus memperkuat pengembangan usaha perunggasan di daerah.

Ramdhan menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan Pemerintah Provinsi Gorontalo pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang diselenggarakan di Gorontalo beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, atas nama Gubernur Provinsi Gorontalo kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dirjen PKH beserta jajaran yang telah memberikan perhatian kepada para peternak di Gorontalo. Bimbingan teknis ini menjadi bekal yang sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak, khususnya di bidang formulasi pakan,” katanya.

Salah seorang perwakilan peternak ayam petelur asal Kabupaten Bone Bolango mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa bimtek memberikan wawasan baru mengenai penyusunan formulasi pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ayam petelur.

“Ilmu yang kami peroleh hari ini sangat bermanfaat. Selama ini kami banyak belajar secara mandiri, sehingga melalui bimtek ini kami mendapatkan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan di kandang,” ujarnya.

Peternak tersebut menuturkan bahwa sejak memulai usaha pada 2023, usahanya masih dijalankan secara mandiri dengan keterbatasan modal dan belum memperoleh bantuan dari pemerintah pusat. Karena itu, pemahaman mengenai formulasi pakan yang efisien dinilai sangat membantu dalam menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga keberlanjutan usaha.

Di sisi lain, Owner Farm Azzam Mandiri, Ismail Gobel, menyampaikan apresiasi kepada Kementan melalui Ditjen PKH bersama Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo yang telah mempercayakan farm miliknya sebagai lokasi penyelenggaraan bimtek. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman antarpeternak dalam mengembangkan usaha ayam petelur di Gorontalo.

“Dalam menjalankan usaha ayam petelur, manajemen kandang dan manajemen usaha merupakan dua aspek utama yang harus menjadi perhatian agar usaha dapat berkembang secara produktif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ismail menambahkan bahwa peternak juga harus memahami kebutuhan nutrisi ternak, karena pakan merupakan faktor utama yang menentukan produktivitas ayam petelur. Ia berharap Bimbingan Teknis Manajemen Formulasi Pakan tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan teknis, sehingga peternak mampu menyusun formulasi pakan secara mandiri berdasarkan potensi bahan baku yang tersedia di daerah.

Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha peternakan, Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Provinsi Gorontalo diharapkan dapat berjalan optimal, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak, sekaligus memperkuat penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.