Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat integritas organisasi sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Penguatan tata kelola dan percepatan implementasi program strategis dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja pembangunan subsektor peternakan dan kesehatan hewan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, saat memberikan arahan kepada jajarannya pada acara pelantikan pejabat fungsional, Selasa (30/6/2026), di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Dalam arahannya, Agung menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kementerian Pertanian yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa tata kelola organisasi, termasuk pengelolaan anggaran, telah berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, seluruh aparatur diminta untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Alhamdulillah, Kementerian Pertanian kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas, termasuk penggunaan anggaran, telah berjalan sesuai ketentuan. Karena itu, integritas harus terus menjadi landasan dalam setiap pengabdian kita,” ujar Agung.
Agung menambahkan, berbagai capaian subsektor peternakan, termasuk keberhasilan Indonesia mencapai swasembada daging ayam dan telur, merupakan buah kerja keras seluruh jajaran Kementerian Pertanian. Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai program strategis harus terus dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Untuk itu, ia meminta seluruh unit kerja segera mengakselerasi pelaksanaan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT), pengembangan ayam petelur dan Ayam Merah Putih, mulai dari percepatan penetapan penerima manfaat, proses pengadaan, hingga penyelesaian administrasi. Selain itu, persiapan implementasi Program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) juga harus dipastikan berjalan sesuai rencana.
“Program-program prioritas harus kita percepat. Penetapan penerima manfaat, pengadaan, hingga pelaksanaan kegiatan harus segera diselesaikan agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai,” katanya.
Lebih lanjut, Agung mengingatkan seluruh direktorat agar mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan dan mempercepat penyelesaian administrasi sehingga seluruh program pembangunan subsektor peternakan dapat direalisasikan tepat waktu. Menurutnya, percepatan pelaksanaan program menjadi faktor penting agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh peternak maupun masyarakat luas.
“Saya minta seluruh direktorat mempercepat pelaksanaan kegiatan dan penyelesaian administrasi agar seluruh program dapat berjalan sesuai target yang telah direncanakan,” tegas Agung.
Ia menegaskan bahwa penguatan integritas, percepatan pelaksanaan program, dan penerapan tata kelola yang baik merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kinerja pembangunan peternakan. Melalui langkah tersebut, Kementerian Pertanian optimistis dapat memperkuat produksi pangan asal hewan, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
