Maros – Memasuki bulan Ramadan, aktivitas di Pasar Tramo, Maros, Sulawesi Selatan, terpantau berjalan normal dengan kondisi pasar yang relatif kondusif. Sejumlah lapak yang menjual daging sapi, ayam, dan telur tetap beroperasi seperti biasa, dengan ketersediaan barang yang dinilai mencukupi dan harga yang stabil.

Pada salah satu lapak daging sapi, harga tercatat berada di kisaran Rp120.000 per kilogram dan tidak mengalami perubahan sejak pekan sebelumnya. Pedagang menyampaikan bahwa stok harian dalam kondisi aman, dengan pasokan yang berasal dari peternak lokal dan masuk setiap hari, rata-rata sekitar 25 kilogram.

Ia juga menambahkan bahwa permintaan menjelang Ramadan masih dalam kondisi normal, tanpa lonjakan yang signifikan. Meski demikian, diperkirakan akan terjadi kenaikan harga sekitar 10 persen menjelang Idulfitri, khususnya dalam 2–3 hari sebelum hari raya. Jika terjadi kenaikan, harga daging sapi diperkirakan mencapai sekitar Rp130.000 per kilogram, yang masih berada dalam batas harga acuan pemerintah. Di pasar tersebut, terdapat sekitar 14 lapak daging sapi yang aktif beroperasi.

Untuk komoditas telur ayam, harga saat ini berada pada kisaran Rp55.000 hingga Rp58.000 per rak atau sekitar Rp30.000–Rp32.000 per kilogram. Harga tersebut dilaporkan stabil dibandingkan minggu sebelumnya. Para pedagang menyiapkan stok sekitar 100 rak per hari untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Permintaan telur mulai menunjukkan peningkatan sekitar 10 persen menjelang Ramadan. Meskipun terjadi peningkatan pembelian, terutama pada awal puasa, pasokan tetap tersedia karena distribusi berjalan lancar setiap hari.

Sementara itu, pedagang ayam, Muh. Said, menyampaikan bahwa harga ayam berada di kisaran Rp65.000 per ekor dengan bobot rata-rata 2 kilogram, atau sekitar Rp32.000–Rp33.000 per kilogram. Harga tersebut juga tidak mengalami perubahan dibandingkan minggu sebelumnya.

Stok ayam di tingkat pedagang dinyatakan aman, dengan pasokan yang berasal dari perusahaan dan didistribusikan setiap hari tanpa kendala. Rata-rata persediaan di tiap lapak sekitar 15 ekor. Permintaan ayam masih relatif stabil, meskipun terdapat kecenderungan peningkatan jumlah pembelian oleh konsumen.

Menjelang Idulfitri, harga ayam diperkirakan naik sekitar 10 persen menjadi sekitar Rp75.000 per ekor, atau Rp32.000–Rp37.000 per kilogram, yang masih berada di bawah batas harga maksimal pemerintah sebesar Rp40.000 per kilogram. Di pasar ini, terdapat empat lapak ayam yang tetap aktif berjualan selama Ramadan hingga Idulfitri.

Secara umum, para pedagang menyampaikan bahwa ketersediaan pasokan untuk komoditas utama tetap aman, sementara harga masih berada dalam batas wajar. Kenaikan harga diperkirakan terjadi, namun dalam skala terbatas dan hanya pada periode mendekati hari raya.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar. Ia menyatakan bahwa pengawasan dilakukan hingga tingkat daerah dengan melibatkan jajaran kepolisian.

Secara keseluruhan, kondisi di Pasar Tramo Maros menunjukkan bahwa pasokan pangan utama tetap terjaga, harga stabil, dan distribusi berjalan lancar. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini.