Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengawal percepatan realisasi investasi peternakan sapi perah berskala besar di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Investasi yang dikembangkan PT Global Dairi Bersama tersebut diproyeksikan menjadi salah satu kawasan peternakan sapi perah terbesar di Indonesia dan diharapkan mampu memperkuat produksi susu segar dalam negeri sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada susu nasional.

Bagi Kementan, investasi di subsektor peternakan bukan sekadar menambah populasi ternak. Lebih dari itu, investasi harus mampu meningkatkan produksi pangan, memperkuat kemitraan dengan peternak rakyat, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap investasi strategis tersebut sebagai bagian dari upaya membangun industri sapi perah nasional yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing.

“Kalau ini terbangun, ini akan menjadi peternakan sapi perah terbesar di Indonesia. Karena itu saya meminta seluruh pihak bergerak cepat agar investasi ini segera terealisasi sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Agung pada rapat koordinasi dengan PT Global Dairi Bersama di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (6/7/2026).

Menurut Agung, peningkatan produksi susu segar dalam negeri menjadi salah satu prioritas Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Karena itu, pemerintah terus mendorong hadirnya investasi yang mampu memperkuat kapasitas produksi nasional sekaligus menciptakan ekosistem industri susu dari hulu hingga hilir.

Ia menambahkan, pembangunan peternakan sapi perah modern juga akan memberikan manfaat ekonomi yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pengembangan kemitraan hijauan pakan dan ternak, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga tumbuhnya berbagai usaha pendukung di sekitar kawasan peternakan.

Investasi yang dikembangkan PT Global Dairi Bersama dirancang sebagai kawasan peternakan sapi perah terintegrasi di atas lahan sekitar 710 hektare. Pada tahap pengembangan penuh, kawasan tersebut ditargetkan memiliki populasi hingga 30.000 ekor sapi perah dengan kapasitas produksi sekitar 180.000 ton susu segar per tahun. Skala tersebut menjadikannya salah satu investasi peternakan sapi perah terbesar yang pernah dikembangkan di Indonesia.

Direktur PT Global Dairi Bersama, Paulus Irwan Edy, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen membangun kawasan peternakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan ekosistem industri susu yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi modern dan kemitraan dengan petani serta peternak lokal.

“Pengembangan ini kami rancang sebagai peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar dengan lahan sekitar 710 hektare. Investasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan produksi susu di Jawa Tengah serta memperkuat kemitraan dengan petani dan peternak dalam ekosistem industri susu nasional,” kata Paulus.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut akan mendorong tumbuhnya rantai ekonomi baru, mulai dari penyediaan hijauan pakan ternak, jasa logistik, pengolahan susu, hingga berbagai industri pendukung lainnya. Kehadiran investasi ini juga diharapkan membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat, petani, dan peternak di sekitar kawasan.

Untuk memastikan investasi berjalan sesuai rencana, Kementerian Pertanian terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diarahkan agar proses pengembangan kawasan dapat berlangsung secara efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Bagi Kementerian Pertanian, keberhasilan membangun industri susu nasional tidak hanya diukur dari bertambahnya populasi sapi perah, tetapi juga dari hadirnya investasi yang mampu memperkuat produksi susu segar dalam negeri, meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, serta menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, Kementan akan terus mengawal percepatan investasi peternakan sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada susu dan memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.