Gorontalo — Peternak di Gorontalo memiliki peluang besar menjadi penerima manfaat utama dari program pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi yang tengah disiapkan pemerintah. Melalui sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir, peternak tidak hanya memperoleh akses yang lebih baik terhadap bibit, pakan, dan pendampingan teknis, tetapi juga mendapatkan kepastian pasar melalui keberadaan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) serta fasilitas rantai dingin yang dirancang untuk menyerap produksi secara berkelanjutan.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah menyelesaikan rangkaian survei lapangan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program nasional tersebut. Kegiatan survei dilakukan pada 29–31 Desember 2025 dengan melibatkan tim dari PTPN Group serta pemerintah daerah guna menilai kesiapan lokasi pengembangan unit industri ayam terintegrasi.
Koordinator Tim Survei Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Maidaswar, menyampaikan bahwa Gorontalo menjadi salah satu provinsi prioritas dalam Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi Tahap I. Menurutnya, Gorontalo memiliki potensi yang kuat, baik dari sisi ketersediaan lahan, dukungan pemerintah daerah, maupun kesiapan mitra usaha. Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi dan survei dilaksanakan secara transparan, terukur, serta memenuhi prinsip clear and clean.
Hingga Desember 2025, terdapat lima perusahaan yang menyatakan minat untuk bermitra dalam program ini. Dari hasil seleksi administrasi tahap awal, tiga perusahaan dinyatakan memenuhi persyaratan. Skema kemitraan tersebut membuka peluang bagi peternak lokal untuk terhubung dengan jaringan industri yang lebih luas, sehingga meningkatkan posisi tawar mereka dalam rantai nilai perunggasan sekaligus menekan risiko usaha.
Rencana pengembangan hilirisasi di Gorontalo mencakup pembangunan 12 unit industri, yang terdiri atas dua unit parent stock (PS) broiler dan layer beserta hatchery, tiga unit pullet, dua pabrik pakan, serta lima unit RPHU dan fasilitas cold storage. Dengan dukungan infrastruktur ini, peternak diharapkan memperoleh kepastian dalam ketersediaan input produksi serta akses pasar yang lebih terjamin, sehingga tidak lagi bergantung pada tengkulak maupun pasar yang fluktuatif tanpa dukungan sistem rantai dingin.
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut bahwa program ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerintah Provinsi Gorontalo siap memfasilitasi dan mengawal implementasi program ini. Hilirisasi industri ayam menjadi peluang strategis dalam meningkatkan nilai tambah sektor peternakan sekaligus kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bagi peternak, dukungan pemerintah daerah tersebut memberikan kepastian dalam hal perizinan, akses lahan, serta konektivitas logistik, sehingga mereka dapat lebih fokus pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil produksi. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga menunjukkan kehadiran negara secara nyata dalam memastikan program berjalan hingga tingkat lapangan.
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa keberhasilan Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, maupun mitra usaha. Diharapkan, Gorontalo dapat menjadi model pengembangan industri perunggasan terintegrasi yang berkelanjutan dan berdaya saing nasional, dengan peternak sebagai aktor utama dalam rantai pasok yang dilindungi melalui ekosistem kebijakan yang berpihak.
