Bogor – Peternak sapi perah dan sapi pedaging mulai merasakan semakin terbukanya peluang usaha seiring langkah pemerintah dalam memperkuat investasi subsektor peternakan guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini tidak hanya mendorong peningkatan kebutuhan pangan, tetapi juga memberikan kepastian pasar jangka panjang bagi peternak, khususnya untuk komoditas susu dan daging sebagai sumber protein masyarakat.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa investasi harus memberikan manfaat langsung bagi peternak.
“Investasi yang kita dorong bukan hanya untuk menambah populasi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi peternak. Kita ingin ada kemitraan yang kuat, transfer pengetahuan, serta kepastian pasar agar peternak dapat berkembang bersama,” ujar Agung saat meninjau peternakan PT Rejo Sari Bumi Tapos, Rabu (1/4/2026).
Dampak investasi mulai terlihat di lapangan. Hasil monitoring menunjukkan adanya peningkatan populasi ternak sebagai bagian dari implementasi investasi. Populasi sapi perah di lokasi tersebut kini mencapai sekitar 600 ekor. Pada awal 2026, terdapat tambahan 289 ekor indukan bunting sapi perah jenis Jersey yang diimpor melalui skema investasi Koperasi Gapura Bhumi Mandiri sebagai bagian dari Mazaraat Dairy Ecosystem bersama 19 perusahaan mitra.
Skema ini juga membuka peluang kemitraan yang lebih luas antara pelaku usaha dan koperasi, sehingga peternak dapat terlibat langsung dalam rantai produksi dan memperoleh manfaat ekonomi.
Ketua Koperasi Gapura Bhumi Mandiri, Jamie Najmi, menyampaikan komitmennya dalam membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan.
“Kami tidak hanya berinvestasi pada ternak, tetapi juga pada sistem dan kemitraan. Tujuannya untuk menciptakan model usaha yang berkelanjutan, produktif, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi peternak lokal,” ujarnya.
Selain peningkatan populasi sapi, pengembangan usaha juga diarahkan pada diversifikasi melalui rencana pengembangan kambing perah jenis Saanen sebagai alternatif sumber susu sekaligus sarana pembelajaran bagi peternak.
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi peternak melalui peningkatan produktivitas dan penciptaan pasar.
Dengan bertambahnya populasi ternak serta investasi yang terus berjalan, pasokan susu dan daging nasional diharapkan semakin kuat untuk mendukung Program MBG sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Kementan memastikan seluruh proses investasi berjalan dengan pengawasan ketat, memenuhi prinsip kesehatan hewan, keamanan pangan, serta keberlanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi peternak dan masyarakat. (*)
