Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya konflik dan ketidakpastian global. Ia menyampaikan bahwa posisi Indonesia saat ini relatif kuat, terutama dalam hal ketersediaan pangan pokok seperti beras.
Menurut Presiden, capaian tersebut menjadi hal yang penting karena diraih ketika banyak negara menghadapi tekanan krisis pangan akibat gangguan geopolitik dan rantai pasok global. Ia menekankan bahwa Indonesia patut bersyukur atas kondisi tersebut di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
Presiden Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya yang besar untuk menghadapi berbagai tantangan global. Dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia diyakini tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi lebih kuat, produktif, dan mandiri secara ekonomi.
Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan aspek krusial yang harus terus dijaga, terutama di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Indonesia diharapkan mampu memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dalam berbagai kondisi.
Presiden menegaskan bahwa situasi global tidak boleh mengurangi rasa percaya diri bangsa. Justru dengan pengelolaan sumber daya yang optimal, Indonesia dapat mempertahankan stabilitas pangan nasional dan menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa kondisi pangan nasional, khususnya beras, berada dalam keadaan aman berdasarkan data terbaru hingga Maret 2026.
Produksi beras nasional saat ini berada pada kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi yang rata-rata sekitar 2,59 juta ton per bulan.
Total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta potensi panen (standing crop) sebesar 11,73 juta ton.
Dengan kondisi tersebut, ketersediaan beras nasional diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 324 hari atau hampir 11 bulan ke depan.
Dengan tren produksi yang terus meningkat dan ketersediaan yang kuat, sektor pertanian diharapkan tetap menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
