Gorontalo — Peternak ayam di Provinsi Gorontalo akan segera merasakan manfaat dari Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi yang tengah dijalankan pemerintah. Program ini memasuki tahap penting setelah dilakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi calon pengembangan pada 11–12 Januari 2026.
Tahapan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi usaha peternakan, khususnya bagi peternak skala kecil dan menengah. Melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup pembibitan, pakan, produksi, hingga pascapanen, rantai usaha ayam rakyat diharapkan menjadi lebih efisien, stabil, dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.
Ketua Satuan Tugas Pendamping Kementerian Pertanian, Ali Agus, menjelaskan bahwa survei lapangan merupakan tahap krusial sebelum dimulainya pembangunan fisik. Melalui proses ini, pemerintah memastikan kesesuaian lokasi dan desain dengan kebutuhan peternak serta prinsip keberlanjutan.
“Program ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk peternakan. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu terlibat agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan clear and clean,” ujarnya pada Senin (12/1/2026).
Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan signifikan pada subsektor unggas di Gorontalo. Dengan dukungan fasilitas seperti pabrik pakan, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) modern, serta cold storage, peternak tidak lagi bergantung pada rantai distribusi yang panjang yang selama ini berpotensi menekan harga di tingkat peternak.
Pemerintah menegaskan bahwa sistem integrasi ini tidak menggantikan peran peternak rakyat, melainkan memperkuat posisi mereka dalam ekosistem industri perunggasan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan bahwa program ini menjadi momentum penting dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra usaha agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Bagi peternak, manfaat program ini akan dirasakan melalui efisiensi biaya produksi, kepastian pasar yang lebih stabil, serta peningkatan kualitas produk. Selain itu, pembangunan unit industri di Gorontalo juga diproyeksikan membuka ratusan lapangan kerja baru, baik di sektor hulu maupun hilir perunggasan.
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa negara hadir secara penuh untuk memastikan pembangunan industri ayam terintegrasi ini berjalan dengan tata kelola yang transparan serta berpihak kepada masyarakat. Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekonomi peternak rakyat.
