Jakarta — Pemerintah terus mengupayakan peningkatan konsumsi susu dalam negeri melalui kerja sama lintas sektor. Salah satu upaya yang sedang dipersiapkan adalah pelaksanaan Hari Susu Nusantara 2026 yang direncanakan berlangsung di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) serta Taman Margasatwa Ragunan atau Kebun Binatang Ragunan Jakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Pertanian sebagai bagian dari kampanye nasional untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi susu.

Mengangkat tema “Susu untuk Generasi Kuat, Indonesia Hebat”, peringatan tahun ini dirancang untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas dibandingkan sebelumnya. Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi nasional, termasuk dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menegaskan bahwa peringatan Hari Susu Nusantara tidak hanya sebatas seremoni tahunan.

“Kegiatan ini bukan hanya seremoni, melainkan bagian dari kampanye nasional untuk meningkatkan konsumsi susu masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem pangan bergizi di Indonesia,” ujarnya dalam rapat persiapan yang dilaksanakan secara daring, Kamis (16/4/2026).

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi, hingga komunitas diharapkan dapat bersinergi dalam mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah yang lebih sehat.

Di sisi lain, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Makmun, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Hari Susu Nusantara 2026.

“Hari Susu Nusantara bukan hanya perayaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan nasional melalui terwujudnya generasi yang sehat dan aktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” tegasnya.

Makmun juga menambahkan bahwa peningkatan konsumsi susu perlu diiringi dengan penguatan produksi dalam negeri. Dengan demikian, kesejahteraan peternak dapat meningkat dan ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara bertahap.

Pemerintah menargetkan kebutuhan susu segar nasional mencapai 8,5 juta ton pada tahun 2029. Target tersebut akan didorong melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan sektor persusuan dari hulu hingga hilir.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Hari Susu Nusantara 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan interaktif. Mulai dari seremoni pembukaan, fun walk, talkshow, demo memasak, hingga bazar dan permainan interaktif bagi masyarakat. Selain itu, konferensi pers dan aktivasi media juga akan dilakukan untuk memperluas jangkauan kampanye.

Sejumlah kementerian dan lembaga seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS), serta Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), turut dilibatkan dalam kegiatan ini.

Dengan sinergi yang semakin kuat, Hari Susu Nusantara 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam meningkatkan konsumsi susu sekaligus membentuk generasi Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing.