Surabaya — Kementerian Pertanian mulai menyalurkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun 2026 sebagai upaya melindungi usaha peternak sapi dan kerbau dari ancaman penyakit hewan menular strategis. Distribusi tahap awal ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan nasional sebanyak 4 juta dosis vaksin yang didanai melalui APBN.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyampaikan bahwa vaksinasi PMK menjadi langkah strategis dalam menekan penyebaran penyakit secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam pengendalian dan penanggulangan PMK melalui langkah-langkah terukur, salah satunya dengan memastikan ketersediaan vaksin yang aman, berkualitas, dan tersedia tepat waktu. Distribusi tahap awal ini juga menjadi bagian penting dari peta jalan pengendalian PMK nasional.
Menurutnya, pengendalian PMK tidak hanya dilakukan melalui penanganan kasus di wilayah terdampak, tetapi juga melalui upaya pencegahan, seperti vaksinasi massal serta penerapan zona pemberantasan. Strategi tersebut dijalankan secara terintegrasi sesuai dengan peta jalan nasional pengendalian PMK.
Dalam rangka Bulan Vaksinasi PMK Tahun 2026, Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma menyiapkan 4 juta dosis vaksin yang akan didistribusikan ke 29 provinsi serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) pusat dan daerah. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, masing-masing sebanyak 2 juta dosis, untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi di daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kepala Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma, Edy Budi Susila, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memenuhi target produksi vaksin PMK nasional.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses produksi dilakukan sesuai standar mutu, keamanan, dan efektivitas, didukung oleh sarana prasarana yang memadai serta sumber daya manusia yang kompeten, sehingga kebutuhan vaksin PMK tahun 2026 dapat terpenuhi tepat waktu.
Distribusi perdana tahap pertama telah dilaksanakan pada 14 Januari 2026, dengan pengiriman sebanyak 30 ribu dosis ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan 100 ribu dosis ke Jawa Tengah. Pengiriman ini menjadi langkah awal dalam percepatan vaksinasi di wilayah prioritas.
Kementerian Pertanian berharap distribusi vaksin PMK tahun 2026 dapat memperkuat perlindungan terhadap peternak, menjaga kesehatan ternak, serta mendukung keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan hewani nasional.
