Bone, 24 Juli 2025 — Balai Besar Veteriner Maros (BBVet Maros) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Sumber Daya Manusia Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 23–24 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang merupakan tenaga teknis kesehatan hewan dari seluruh Puskeswan di Kabupaten Bone.

Bimbingan teknis ini merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi BBVet Maros dalam meningkatkan kapasitas teknis veteriner guna mendukung layanan kesehatan hewan yang merata, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan lapangan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk tindak lanjut dari kerja sama BBVet Maros dengan Pemerintah Kabupaten Bone dalam penguatan sistem kesehatan hewan daerah.

Sebagai informasi, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., dalam kesempatan berbeda menyampaikan komitmen Pemkab Bone untuk menjadikan sektor peternakan sebagai prioritas pembangunan daerah. Kabupaten Bone direncanakan menerima bantuan 70 ekor bibit sapi dari Kementerian Pertanian sebagai bagian dari program peternakan terintegrasi. “Fokus kita mengembangkan sapi Bali di Bone. Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone untuk benar-benar mengawal program ini, mulai dari proses hingga pemeliharaan bibit sapi tersebut. Bone ke depan harus menjadi produsen sapi Bali Indonesia,” tegas Bupati.

Kegiatan bimbingan teknis dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, Abdul Rauf, S.P., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini dan mengajak peserta untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh. “Alhamdulillah, ini berkah bagi kita semua. Mohon materi bimbingan teknis, terutama sesi praktik, diikuti secara maksimal karena akan sangat bermanfaat dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.

Kepala BBVet Maros, drh. H. Agustia, M.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas Pemerintah Kabupaten Bone di bidang peternakan. “Kami membawa tim ahli dari masing-masing laboratorium untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Tapi saya juga berharap peserta turut aktif berbagi pengalaman dari lapangan, karena itu yang memperkaya pemahaman kita bersama,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya menjalin jejaring kerja antara petugas lapangan dan BBVet Maros agar layanan kesehatan hewan di daerah semakin tangguh dan responsif.

Materi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi:

  • Refreshment pelaporan iSIKHNAS – drh. Wiwik Dariani, M.Sc.
  • Cara memilih dan menangani telur, daging, dan susu – drh. Efraim Fatra Khristian
  • Pengantar penyidikan penyakit – Dr. drh. Dini Wahyu Yudianingtyas, M.Sc.
  • Pengambilan dan pengemasan spesimen hewan – drh. Wiwik Dariani, M.Sc.
  • Teknik nekropsi unggas, ruminansia, dan kepala – drh. Fitriah Idris
  • Inseminasi buatan & penanganan gangguan reproduksi – drh. Agusriady, M.Anim.Sc. (Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Kabupaten Bone)

Sesi praktik mencakup pengambilan spesimen, pembuatan preparat ulas darah, nekropsi kambing dan unggas, simulasi kasus rabies melalui nekropsi kepala, teknik inseminasi buatan, serta uji cepat bahan berbahaya (formalin dan boraks). Kegiatan ditutup dengan praktik pengemasan spesimen untuk pengiriman ke laboratorium BBVet Maros.

Antusiasme peserta tampak tinggi selama kegiatan. Salah satu peserta, Bapak Jamil, menyampaikan, “Kami sangat berterima kasih atas tambahan ilmu ini. Kami tetap berharap dapat berkomunikasi dengan tim BBVet Maros di luar forum ini, dan semoga ke depan ada kegiatan serupa untuk mendukung tugas kami di lapangan.”

Penutupan kegiatan dilakukan oleh drh. Agusriady, M.Anim.Sc., yang menyampaikan terima kasih atas sinergi BBVet Maros dan menyatakan kesiapan Bone untuk terus menjalin kolaborasi. “Kabupaten Bone akan selalu menjadi teman, sahabat, dan saudara bagi BBVet Maros. Kami terbuka untuk segala bentuk kerja sama demi pelayanan kesehatan hewan yang lebih cepat dan merata,” pungkasnya.