Jakarta, 22 Desember 2025 — Balai Besar Veteriner Maros kembali menorehkan prestasi dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) lingkup Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pada ajang yang digelar bersamaan dengan Rapat Koordinasi Kehumasan dan Anugerah KIP 2025 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, BBV Maros meraih predikat “Informatif” dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik dan berhasil membawa pulang peringkat kedua sebagai Petugas PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) terbaik se-Kementerian Pertanian.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman disaksikan pejabat tinggi Kementerian serta pimpinan Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi kehumasan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan PPID sepanjang tahun 2025.
Evaluasi dan Penilaian yang Komprehensif
Anugerah KIP merupakan agenda tahunan Kementerian Pertanian untuk memberikan apresiasi kepada unit kerja yang konsisten dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi publik, sebagaimana diwajibkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). UU ini menegaskan hak masyarakat atas informasi yang benar, akurat, dan dapat diakses serta kewajiban badan publik untuk menyediakan dan memberi layanan informasi publik secara transparan dan akuntabel.
Penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan komprehensif, termasuk:
- Kepatuhan dan kelengkapan dokumen dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik;
- Ketersediaan sarana dan prasarana untuk layanan informasi publik;
- Inovasi pengelolaan dan penyampaian informasi kepada publik;
- Wawancara langsung dengan pimpinan unit kerja untuk menunjukkan komitmen terhadap kebijakan keterbukaan informasi.
Prestasi PPID BBV Maros: Peringkat 2 Petugas Terbaik se-Kementerian
Selain predikat unit kerja informatif, petugas PPID dari BBV Maros, I Putu Sudarma, berhasil meraih peringkat kedua sebagai Petugas PPID terbaik di lingkungan Kementerian Pertanian. Penilaian ini mencakup kemampuan teknis dalam pelayanan informasi publik, kesiapan melayani permohonan, hingga demonstrasi peran aktif petugas dalam memastikan akses informasi yang cepat dan akurat bagi masyarakat.
Komitmen BBV Maros terhadap Layanan Informasi Publik
Kepala Balai Besar Veteriner Maros, H. Agustia, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih.
“Alhamdulillah, tahun ini BBV Maros kembali meraih predikat Informatif untuk unit kerja eselon II, dan petugas kami juga berhasil meraih peringkat kedua se-Kementerian. Ini bukan hanya capaian prestasi, tetapi pencapaian komitmen kami dalam memberikan pelayanan informasi publik prima kepada masyarakat. Kami berharap keberhasilan ini dapat terus memotivasi seluruh jajaran BBV Maros untuk melayani publik dengan lebih baik lagi.”
Pernyataan tersebut mencerminkan semangat institusi dalam menjalankan peran serta fungsi PPID sebagai upaya memberdayakan informasi untuk mendukung pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif.

Penguatan Budaya Keterbukaan Informasi di Kementerian Pertanian
Pada kesempatan yang sama, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) juga mencatat sejumlah prestasi lainnya. Ditjen PKH berhasil meraih predikat pertama sebagai unit kerja terinformatif di lingkup Eselon I, serta sejumlah unit kerja lain yang masuk dalam daftar 10 besar unit kerja terinformatif baik di eselon II maupun eselon III.
Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan informasi publik melalui penguatan komunikasi publik, kemudahan akses kanal layanan, serta pengembangan kapasitas PPID. Melalui kegiatan evaluasi dan pemberian penghargaan seperti Anugerah KIP, diharapkan seluruh unit kerja dapat terus termotivasi untuk memperkuat tata kelola informasi yang mendukung good governance dan kepuasan publik.
